Detik Berita: Waspada Terhadap Kiriman Dokumen Melalui Via Ojek Online

Mengirim barang atau dokumen penting, memang kini lebih mudah dengan menggunakan layanan jasa kirim. Namun, munculnya ojek online dalam tahun terakhir ini makin membuat hidup lebih praktis. Termasuk mengirim dokumen penting dengan jarak masih dalam satu kota dan sampai ke tujuan dengan cepat.

Beberapa ojek online yang muncul kini menyediakan layanan kirim dokumen dan barang hanya dengan menggerakkan jempol pada layar smartphone. Namun, beberapa hari lalu muncul kasus yang membuat kita bakal lebih waspada ketika menggunakan jasa seperti ini.

Seperti dikutip brilio.net dari akun Facebook Hally Innayah Sungkar, Rabu (28/6), terjadi modus kejahatan baru yang dilakukan oleh oknum ojek online. Dokumen penting yang merupakan STNK dan BPKB mobil dibawa kabur oleh oknum ojek online dan minta tebusan.

“DOKUMEN PENTING (STNK DAN BPKB MOBIL) DIBAWA KABUR RIDER GRAB & MINTA TEBUSAN

Kamis, 22 Juni 2017

Sekitar pukul 13:30, saya sedang berada dikantor, Papa meminta saya untuk memesan jasa GRAB EXPRESS untuk mengirim dokumen dari rumah ke sawangan, ke depok. Beberapa menit kemudian, saya medapat rider atas nama FUDIN SAEPUDIN dengan plat nomor kendaraan F 3920 DN. Saya menghubungi rider melalui chat yang tersedia pada aplikasi GRAB untuk memberitahukan alamat jelas rumah saya. Pukul 14:00 rider tiba, Papa memberikan dokumen yang tertutup rapat menggunakan amplop coklat, dokumen tersebut berupa STNK dan BPKB MOBIL (PAPA TIDAK MEMBERITAHUKAN ISI DARI AMPLOP TSB).

Tidak sampai 30 menit setelah pengambilan dokumen di rumah, saya menerima notifikasi yang menyatakan bahwa pesanan GRAB EXPRESS saya sudah terselesaikan. Namun penerima BELUM menerima dokumen tsb. Saya menunggu hingga pukul 15:00, masih tidak ada kejelasan dan saya tidak bisa menghubungi rider karena sebelumnya tidak sempat menelfon atau menyimpan nomor tlp rider. Saya menghubungi CS GRAB untuk komplain dan meminta nomor tlp rider. Hingga pukul 16:00 2 nomor tlp rider tidak dapat dihubungi. Saya mencoba terus-menerus, pukul 16:30 rider dapat dihubungi, namun tidak ada jawaban. Setelah perpuluh-puluh kali saya berusaha menghubungi, rider mengangkat tlp lalu saya menanyakan posisi serta status order saya. Rider menjelaskan bahwa DIA TIDAK MENERIMA ORDER, POSISI DIA PUN SAAT ITU BERADA DI BOGOR. Saya segera menelpon Papa untuk menjelaskan hal ini. Papa mengecek rekaman CCTV, ternyata plat nomor kendaraan rider tidak sesuai dengan yang ada di aplikasi. Rider yg membawa dokumen menggunakan motor HONDA BEAT dengan plat nomor kendaraan B 6938 KRX. Saya kembali menghubungi CS GRAB. Seperti biasanya, saya mendapat jawaban : “Kami akan menyampaikan kepada tim terkait. Mohon tunggu 1×24 jam.”

Setengah jam kemudian, saya mendapat tlp yang mengatakan bahwa orang tersebut melihat pengendara GRAB kecelakaan, dengan kondisi yg sangat parah. Dia mengatakan bahwa saat itu pengendara dibawa ke RS, motor dibawa ke bengkel, sedangkan STNK dan BPKB yg dibawa oleh pengendara tsb diamankan oleh pangkalan ojek CINERE. Orang itu juga mengatakan bahwa pangkalan ojek tsb meminta tebusan jika dokumen ingin kembali. Saya tidak percaya begitu saja. Bagaimana bisa orang itu tau nomor HP beserta nama saya? Bagaimana bisa dokumen tsb berada di tangan orang lain? Ditambah lagi, cara ngomong orang tsb tidak meyakinkan. Dia meminta saya untuk bertemu di pangkalan ojek cinere, dengan membawa uang sebesar 4jt rupiah. Papa menghubungi orang tsb, orang itu menceritakan hal yg sama dengan yg diceritakan kepada saya. Namun, saat Papa meminta alamat untuk bertemu, orang tersebut menolak dengan alasan DIA TIDAK INGIN TERLIBAT dan meminta Papa mentransfer uang sebesar 4jt rupiah kemudian dokumen akan dikirim via JNE.

Saya kembali menghubungi CS GRAB, masih sama, “Kami akan menyampaikan kepada tim terkait. Mohon tunggu 1×24 jam.”
Sekitar pukul 21:00, saya dan Papa ke POLSEK KEBON JERUK untuk melaporkan hal ini. Saya berharap SETIDAKNYA mendapat SEDIKIT titik terang dalam kasus ini. Setelah menjelaskan panjang x lebar kronologi kejadian tsb, yg saya dapatkan hanyalah MUKA JUTEK PETUGAS, OMONGAN “LAGIAN DOKUMEN PENTING KENAPA PAKE GITUAN SIH”, SAMA “YAUDAH TUNGGU AJA BESOK”, BAHKAN BUKTI FOTO ORDER GRAB DAN BUKTI FOTO KENDARAAN + PELAKU, SAYA BAWA KEMBALI PULANG. Pantaskah? Kalau begini, siapakah yg bisa membantu masyarakat jika ada tindak kejahatan?

BTW saya sudah sering menggunakan jasa GRAB EXPRESS, bahkan seminggu yg lalu pun saya juga mengirim dokumen yg sama, namun aman-aman saja. Jika tidak urgent dan ada orang yg dapat mengantar dokumen tsb, kami juga tidak akan menggunakan JASA GRAB EXPRESS kok.
Guys, sebaiknya lebih berhati-hati ya dalam menggunakan JASA OJEK ONLINE APAPUN, TERUTAMA DALAM PENGIRIMAN DOKUMEN PENTING ATAUPUN BARANG BERHARGA LAINNYA.

Kelanjutan kasus:

karena tidak ada respon ataupun SEDIKIT titik terang, maka kami ke POLDA untuk melaporkan kasus ini. Alhamdulillah petugas polda melayani dengan sangat baik. Kami bertemu dengan petugas reskrimum dan menceritakan kejadian. Dibuatlah laporan. Tetapi baru akan diproses seminggu kemudian, karena petugas cuti lebaran.

Setelah mendapat kertas bukti laporan, kami ke kantor grab. Karena tim terkait sedang cuti, maka kami bertemu dengan staff bagian operasional. Alhamdulillah pihak grab pun sangat baik dan ramah. Saya juga meminta tolong kepada teman kantor yg kebetulan beliau ex-staff grab agar cepat di proses. Tidak lama, ada staff yg menghubungi saya dan meminta untuk menjelaskan kronologi kasus ini. Bagian security grab pun menghubungi saya dan akan segera mengusut kasus ini.

-Hally Sungkar”

1. Oknum ojek online menggunakan ID dengan nama Fudin Saepudin.

2. Oknum ojek online yang terekam kamera CCTV.

3. Oknum ojek online tidak mengenakan jaket resmi.

4. Oknum membawa kabur dokumen dan meminta tebusan.

5. Laporan resmi pihak korban ke pihak kepolisian.

Berikut video cctv oknum ojek online:

Postingan ini pun tentu saja langsung menuai banyak komentar.

“Sekarang banyak yang jual beli ID Grab atau gojek, dan saya pernah ngobrol dengan mereka. 1 ID ojel online harganya kisaran Rp 1,5 juta. Alasan membeli ID lebih dipilih karena daftar peserta baru atau kena kasus susah, mengingat banyak driver online sudah banyak,” ungkap pemilik akun @SNT80s.

“Klo menurut saya klo dapet orderan di aplikasi customer sama di aplikasi driver di cocokan klo sama lanjutkan masalah plat nopol beda tidak jadi masalah mungkin driver tersebut motor nya sudah di jual dan kebetulan blm sempet lapor ke Kantor atau mungkin sudah lapor tp blm di proses, kecuali antara aplikasi customer sama aplikasi driver beda terutama poto nya lebih baik cansel aja apalagi orderan nya Expres dan pastikan no hp yang di aplikasi driver aktif itu aja saran dri saya terimakasih.” tulis akun Mirter Bandot.

“Saya pernah batalkan pemesanan grab karena nopol tidak sesuai dengan yg tertera di aplikasi… rider ny bilang klo motor ny yg sesuai aplikasi lg di service. tp tetep sy ngotot untuk batalkan. karena menurut sy klo ad kejadian diluar dugaan nanti sy akan sulit meminta pertanggung jawaban dari pihak grab.” tulis akun Rani Prasetyo Utomo.

“Saran aja buat semuanya.. Kalo di aplikasi ojek online.. NOPOL Tidak sesuai dengan dengan MOTOR YG DATANG.. SEBAIKNYA DI CANCEL AJA.. demi keamanan.. Takut nya .. Aplikasi ojek online di bajak atau di cloning,” kata akun Freddy Satriya Nugraha.

Lain kali, lebih hati-hati ya guys ketika mengirimkan dokumen penting. Kasus ini bisa jadi pelajaran berharga bagi yang suka menggunakan jasa ojek online. Banyak oknum yang melakukan tindakan yang sangat merugikan bagi pelanggan maupun perusahaan.

KAKORLANTAS INSTRUKSIKAN ANTISIPASI ARUS BALIK SETELAH LIBUR PANJANG SELESAI.

Memasuki arus balik ini, petugas mulai meningkatkan pengamanan di jalur Pantura, maupun jalur-jalur yang biasa digunakan pengendara. Polri telah melakukan pemetaan potensi kemacetan dan yang menjadi atensi pengamanan.

Kakorlantas Irjen Royke Lumowa mengatakan, dari hasil pantauan, krusial yang menjadi perhatian dan atensi untuk diantisipasi adalah Grinsing, Brexit,Palimanan, Dawuan, Gerbang Tol Cikarut serta Rest Area sepanjang Tol Cikampek kilometer 62, 52 dan 42.

“Untuk para pemudik dapat mengatur jadwal kembali, tidak tertumpu dalam satu waktu menjelang libur bersama selesai mengingat tanggal 30 Juni telah beroperasinya kendaraan angkutan barang,” terangnya, Kamis (29/6).

Kemudian dia mengatakan, kepada para pengusaha baik exportir, importir dan lainnya untuk bisa toleransi. “Agar dapat memulai beroperasinya kendaraan angkutan barang setelah puncak arus balik selesai pada tanggal 3 Juli demi kelancaran kurang lebih 1,5 juta kendaraan yang akan kembali dari mudik lebaran,” tuturnya.

Menurut dia, bila memang kendaraan angkutan barang harus beroperasi dan jika situasi di lapangan tidak memungkinkan, maka akan dilaksanakan diskresi kepolisian seperti menempatkan kendaraan angkutan barang pada kantong parkir sampai situasi memungkinkan.

Sumber : halodunia.co

Detik Berita: Polda Metro Jaya Ingatkan Kepada Personelnya Untuk Kawal Kedatangan Obama Agar Lebih Waspada Terhadap Ancaman Teror

Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana mengingatkan kepada personelnya, yang mengawal kedatangan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, agar lebih waspada terhadap ancaman teror.

Menurut Suntana, anggota kepolisian masih menjadi sasaran para kelompok teroris. Seperti penyerangan terhadap anggota polisi di Markas Polda Sumatera Utara pada Minggu 25 Juni lalu.

Tetap waspada, karena teroris tengah menyasar anggota Polri,” kata Suntana saat Apel Kesiapan Pasukan Pengamanan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/6/2017).

Suntana juga mengimbau jajarannya agar melengkapi diri dengan rompi antipeluru dan senjata api laras panjang. Sehingga bisa memproteksi diri dari serangan teror tiba-tiba.

“Gunakan body protector dan senjata api laras panjang, serta lakukan penjagaan minimal dua orang, jangan jalan sendiri,” Suntana menandaskan.

Teror berupa surat kaleng juga terjadi pada Polda Banten pada

Lebaran kedua. Kepolisian setempat pun memperketat pengamanan wilayah vital seperti Pelabuhan Merak, dan Mapolda.

Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama akan berkunjung ke Jakarta dari Yogyakarta, pada 30 Juni hingga 2 Juli 2017. Sebelumnya, Obama bersama keluarga telah berlibur beberapa hari di Bali.

Kapolda Sulteng : Ikhlas Bekerja Dan Selalu Berusaha,Sesuatu akan indah pada waktu nya

Papua 2 jam lebih awal dari Jakarta, Tapi tidak berarti Jakarta lambat, atau Papua cepat. Keduanya bekerja sesuai “Zona Waktu”nya masing-masing.

Ada orang yg masih sendiri. Ada yg nikah sudah beberapa kali. Ada orang yg menikah dan hrs menunggu 10 tahun utk memiliki momongan. Ada juga yang memiliki momongan dalam setahun usia pernikahannya.

Ada orang yg lulus kuliah di usia 22th, tapi menunggu 5 tahun utk mendapatkan pekerjaan tetap; yang lainnya lulus di usia 27th dan langsung bekerja.

Seseorang menjadi CEO di usia 25 dan meninggal di usia 50 saat yg lain menjadi CEO di usia 50 dan hidup hingga usia 90th.

Setiap orang bekerja sesuai “Zona Waktu”nya masing-masing.

Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing.
Bekerjalah sesuai “Zona Waktu” kita.

Kolega kita teman-teman, adik kelas kita mungkin “tampak” lebih maju. Mungkin yang lainnya “tampak” di belakang kita.

Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaannya sendiri2, jalurnya sendiri2, dlm waktunya masing-masing. Allah punya rencana berbeda untuk masing-masing orang. Waktu berbeda utk setiap orang.

Obama pensiun dari presiden di usia nya yg ke 55, dan Trump menjadi presiden di usianya ke 70.

Jangan iri kepada mereka atau mengejeknya…

Itu “Zona Waktu” mereka.
Kita pun berada di “Zona Waktu” kita sendiri!

Kita tidak terlambat. Kita tidak lebih cepat. Kita punya zona waktu sendiri.

Yg penting terus berusaha dan berkarya yg terbaik sehingga rencana2 indah TUHAN atas hidup kita terjadi.
TUHAN pasti membuat semuanya indah pada waktunya…..

Selamat menikmati waktunya Tuhan

semoga sesuatu akan indah pada waktu nya…. #

SaveSave

SINERGI TIGA PILAR POLISI, TNI DAN PEMKOT, KRIMINALITAS DI SURABAYA TURUN DI TAHUN 2017

Surabaya – Kapolrestabes Surabaya Kombes Muhammad Iqbal, Rabu (28/06/2017) menyatakan, angka tindak kejahatan di Surabaya selama bulan puasa tahun 2017 ini mencapai 232 kasus. Sementara angka kejahatan pada bulan puasa tahun 2016 mencapai 443 kasus.
Angka ini menurun 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kesuksesan untuk menurunkan angka kriminalitas tersebut tidak terlepas dari sinergi tiga pilar, yakni Kepolisian, Pemkot Surabaya dan TNI, dalam melakukan pengamanan bersama.

Beberapa kasus yang ditemukan selama bulan puasa di antaranya pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, pembunuhan, penganiayaan berat, perjudian, peredaran narkoba, serta perdagangan manusia.

Polrestabes Surabaya menyiapkan 23 pos pengamanan, 2 pos pelayanan, dan 37 pos pantau yang telah disebar di seluruh penjuru kota sejak 19 Juni 2017. Menurut rencana, semua pos itu akan ada hingga H+7 libur Lebaran.

Selama bulan puasa tahun 2017, sebanyak 1.700 personel gabungan diturunkan untuk mengamankan Kota Surabaya, dengan fokus utama untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Dari pihak Pemkot Surabaya, para camat juga dilibatkan dalam memantau kondisi keamanan di lingkungan masing-masing. Mereka dibekali alat komunikasi HT (handy talky) untuk melaporkan kepada pihak Polrestabes Surabaya dan TNI jika ada tindak kejahatan atau indikasi tindak kejahatan.

 ”Sinergi tiga pilar ini (polisi, pemkot, dan TNI) ternyata berkontribusi baik terhadap penurunan angka kriminalitas. Model kerja sama seperti ini sebaiknya tidak terbatas selama bulan puasa saja,” ujar Iqbal.

(halodunia.net)

POLISI DAN TNI MENJAGA AKTIVITAS MASYARAKAT DI OBYEK WISATA PANTAI.

Polres Metro Tangerang Kota berkoordinasi dengan pihak AL untuk bersama-sama menjaga aktivitas masyarakat yang sedang berlibur dan berkunjung di tempat wisata Pantai Tanjung Pasir .

Rabu, 28 Juni 2017 pukul 13.00WIB. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Harry Kurniawan. SIK, MH, melaksanakan koordinasi dan monitoring tempat wisata pantai Tanjung Pasir, Teluk Naga kabupaten Tangerang.

“Kami berkoordinasi dengan pihak AL untuk bersama-sama menjaga aktivitas masyarakat yang sedang berlibur dan berkunjung di tempat wisata Pantai Tanjung Pasir,” ucap Harry Kurniawan.

Situasi terpantau kondusif dan terkendali aman. Turut mendampingi Wakapolres, KabagOps, dan KasatOpsnal Polres Metro Tangerang Kota.

Sementara itu Kapolsek Teluknaga AKP Arif Purnama Oktora mengatakan, wisatawan yang datang berkunjung ke Pantai Tanjung Pasir terus mengalami kenaikan dari hari-hari sebelumnya, yang hanya 6,500 orang.

“Pada Lebaran ketiga, jumlah wisatawan yang memadati Pantai Tanjung Pasir mencapai 11 ribu pengunjung. Hari ini jumlahnya mengalami kenaikan, mencapai 20 ribu,” kata Arif.

Dalam melakukan pengamanan terpadu, pihaknya membentuk Pospam Tanjung Pasir. Pengamanan dilakukan mulai dari masuk kawasan wisata Tanjung Pasir, sampai menuju penyeberangan.

Kawasan Pantai Tanjung Pasir masih menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi warga Jabotabek. Tercatat, sebanyak 20 ribu wisatawan memadati lokasi wisata alternatif yang berada di Teluknaga, Kabupaten Tangerang ini.

(halodunia.co)

KAPOLDA JATIM : TINDAK KEJAHATAN ARUS BALIK, MASYARAKAT UNTUK TETAP WASPADA DAN LAPORKAN KE POLISI TERDEKAT.

Polda Jawa Timur – Kapolda Jawa Timur, Irjen Machfud Arifin didampingi Dirlantas, Kombes Ibnu Isticha dan Karo Ops, Kombes Herry Sitompul “merapat” di Malang, Rabu (28/6/2017) disambut oleh Kapolres Malang, Kapolres Malang Kota dan Kapolres Batu.

Kunjungan Jenderal Polisi bintang dua itu di Malang untuk pantau kawasan wisata, arus balik sekaligus tinjau pos untuk cek kesiapsiagaan anggota. “ Personil di Jawa Timur selalu siaga mengantisipasi kalau kalau ada gerakan teroris di Jawa Timur ini kami bekerjasama dengan Densus 88,” tandas Kapolda.

Disinggung pula terkait arus balik Lebaran 2017 di Jawa Timur, Kapolda menegaskan, bahwa situasi untuk melakukan pengamanan arus balik terpantau aman terkendali. “ Hingga sekarang ini seluruh anggota Polri tetap melakukan pengamanan sekali lagi arus balik,” ujar Kapolda.

Untuk mengantisipasi adanya tindak kejahatan di jalan, tiap tiap posko pengamanan operasi Ramadniya disiapkan personel khusus pengamanan tindak kriminal.

Sumber tribratanews.polri.go.id

KABID HUMAS POLDA JATIM : KRIMINALITAS DI JATIM TAHUN 2017 TURUN DI BANDING TAHUN 2016.

Polda Jawa Timur – Polda Jawa Timur, Situasi kamtibmas di Jawa Timur selama 9 hari terhitung terakhir Selasa (27/6/2017) terjadi 32 kasus kriminalitas dibanding tahun sebelumnya 2016 tercatat 44 kasus. Peristiwa kejahatan ini mengalami penurunan 37 %.

Kabid HumasPolda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Rabu (28/6/2017) menjelaskan, data yang dihimpun pada tahun 2016 ada 28 kasus pencurian disertai pemberatan (curat) dan tahun 2017 tercatat 15 kasus dengan tren turun 4 %. Sedang tahun 2017 kasus lain sebanyak 3 kasus pencurian disertai kekerasan (curas) dan tahun 2017 ada 5 kasus curas, tren mengalami kenaikan 67 %. Untuk tahun 2016 tercatat 11 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tahun 2017 sebanyak 8 kasus, mengalami penurunan 36 % dan tahun 2016 terjadi 2 kasus penganiayaan berat (anirat) dan tahun 2017 sebanyak 4 kasus anirat, trend ini mengalami kenaikan 50 %.

Demikian hasil analisa dan evaluasi (anev) Operasi Ramadniya Semeru 2017 terhadap kasus kriminalitas yang terjadi selama Lebaran 2017.

Sebagaimana diketahui, Polda Jawa Timur beserta seluruh jajaran dibantu instansi terkait dan mitra kamtibmas lainnya menyelenggarakan Operasi kepolisian terpusat bersandi Ramadniya Semeru 2017 (pengamanan Lebaran)  yang berlangsung selama 16 hari.

Operasi ini mengedepankan kegiatan Satgas (satuan tugas) pengaturan lalu lintas, pembinaan, penjagaan, dan patroli. Hal ini bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban lalu lintas yang kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman.

Sumber : tribratanews.polri.go.id

PENCEMARAN NAMA BAIK, PEMUDA ASAL BOJONEGORO DI JEMPUT POLRESTRO BEKASI DARI POLRES BOJONEGORO.

Bojonegoro – Jarimu Harimaumu. Itulah pepatah yang pantas disematkan kepada BI (24th) warga Desa Bonorejo Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Pemuda yang bekerja disalah satu perusahaan di Bekasi tersebut telah diduga mencemarkan nama baik warga Bekasi. Tidak sampai disitu, bahkan tokoh Bekasi pun angkat bicara dan rencananya akan melakukan Demo besar – besaran pada tanggal 3 Juli 2017

Dini hari tadi, Rabu (28/06/17) BI yang diduga melakukan pencemaran nama baik warga Bekasi di jemput oleh penyidik Polrestro Bekasi dari Polres Bojonegoro. Petugas Polrestro Bekasi yang datang menjemput BI berjumlah 3 (tiga) orang dipimpin oleh Aiptu Teguh anggota Sat Reskrim Polres Bekasi.

Kasus tersebut bermula saat BI berkomentar di group Facebook lowongan pekerjaan. Karena isinya berbau penghinaan warga bekasi, komentar tersebut viral dan membuat heboh warga Bekasi. Tidak hanya itu, bahkan tokoh masyarakat Bekasi berencana melakukan demo pada tanggal 3 Juli 2017 menuntut pelaku segera di tangkap dan di proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Tim Cyber Troop’s Polres Bojonegoro yang sedang melaksanakan patroli di dunia maya pada hari Selasa (27/06/17) mengetahui postingan yang berbau ujaran kebencian tersebut. Setelah beberapa saat melakukan penelusuran, didapati bahwa pemuda tersebut berasal dari Desa Bonorejo Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro.

Akhirnya, berkat kerja sama yang baik pelaku diantar oleh keluarganya ke Polsek Gayam. Ditemui langsung oleh Kapolsek Gayam, pelaku mengungkapkan bahwa dirinya tidak melakukan hal tersebut. Namun ada orang yang membajak akun facebooknya dan berkomentar yang berbau pencemaran nama baik kepada warga Bekasi.

“Dia (pelaku) mengaku tidak melakukannya, namun ada orang yang membajak akun facebooknya”, terang Kapolsek Gayam AKP Wiwin Rusli,SH.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro membenarkan adanya kasus tersebut. Namun Kapolres Bojonegoro menjelaskan bahwa, pihaknya hanya membantu kelancaran penyidik Polrestro Bekasi. Sedangkan kasus tersebut ditangani langsung oleh penyidik reskrim Polrestro Bekasi.

“Kita hanya membantu kelancaran saja, selebihnya penyidikan dilakukan di Bekasi oleh penyidik Polrestro Bekasi”, Jelas Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S.Bintoro, SH.SIK.MSi

Kapolres juga menghimbau kepada warga masyarakat Bojonegoro agar santun dalam bermedia sosial. Sehingga, permasalahan seperti ini tidak kembali terjadi.

“Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk bersosial media. Santun dan smart dalam menggunakan media sosial adalah bekal kita semua terhindar dari permasalahan seperti ini”, imbuh Kapolres.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, BI dibawa ke Polrestro Bekasi guna proses penyidikan lebih lanjut.

Sumber : Humas Polres Bojonegoro.

LAGI!! Kapolrestabes Surabaya Sidak Dan Patroli Ke Pos Pelayanan Dan Pos Pengamanan Di Wilayahnya

Surabaya, 28/06/2017 Detik.in – Untuk kesekian kalinya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Muhammad Iqbal S.I.K., M.H kembali melakukan sidak dan patroli ke Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan di wilayahnya.

Kegiatan sidak dan petroli tersebut dilaksanakan pada Rabu (28/06) sore pukul 15.40 wib hingga pukul 17.30 wib. Adapun pos pos yang di sidak oleh mantan Kasatlantas Polrestabes tersebut adalah sebagai berikut ;

1. Pos Pam Ramadniya Polsek Benowo Polrestabes Surabaya yang terletak di Terminal Osowilangun.

2. Pos Pam Ramadniya Polsek Pakal Polrestabes Surabaya yang terletak di jl. Raya Tandes.

3. Pos Pam Ramadniya Polsek Tandes Polrestabes Surabaya yang terletak di jl. Margomulyo.

Kapolrestabes Surabaya menjelaskan bahwa kegiatan sidak hari ini pasalnya untuk memastikan kesiap siagaan personil, “Kegiatan Sidak ini saya lakukan seperti kemarin yabg sempat heboh dan viral, tidak ada maksud lain lebih kepada untuk memastikan Kesiap Siagaan Personil yang ada di di Pos Pam Ramadniya Semeru 2017 terutama tugasnya sebagai Pelindung, Pelayan, dan Pengayom masyarakat. Hal ini juga sekaligus mengantisipasi terhadap serangan kelompok teroris yang beberapa hari kemarin terjadi.” Ungkap Kombes Pol M. Iqbal kepada detik.in.